Upal Pecahan Seratus Ribu Beredar di T.Tinggi

TEBINGTINGGI - Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati, pasalnya uang palsu (upal) pecahan seratus ribu rupiah kini banyak beredar di Kota Tebingtinggi. Hal itu dialami pemilik Toko Nika Ponsel di Jalan Gunung Martimbang I Kelurahan Lalang Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Saat ditemui wartawan, Sabtu (5/11), korban upal yang juga pemilik toko penjualan pulsa, A Saragih (29) mengaku mulanya ia tidak mengetahui kalau uang pecahan seratus ribu tersebut adalah palsu. “Kejadiannya pada malam hari, Rabu (3/11) lalu sekira pukul 20.00 Wib, saat itu ramai orang berbelanja membeli pulsa. Ketahuannya setelah melakukan penyetoran uang ke Bank BRI Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, ternyata pihak bank langsung mencoret uang tersebut dan mengatakan uang pecahan seratus ribu tersebut adalah palsu sebanyak satu lembar,” kata A Saragih sembari menunjukan uang palsunya.

Bila dilihat sepintas, uang palsu tersebut sangat mirip dengan aslinya, tapi setelah diperhatikan secara teliti, uang palsu itu jika diraba terasa sangat kasar, ukurannya sedikit agak lebar, cetakan hurup dan warna sedikit kabur, benang emas tidak mengkilat serta jika terkena air, tulisan yang tertera diuang tersebut akan luntur.

“Uang palsu itu bernomor seri HDT 225618, kemungkinan pemilik uang palsu sengaja membelanjakan uangnya malam hari dan melihat kondisi saat ramai pembeli”, kata Saragih.

Terpisah, pemilik toko grosir, Benny di Jalan KL Yos Sudarso juga mengaku pernah mendapat uang palsu pecahan lima puluh ribuan. Untuk mengatisipasi supaya jangan tertipu lagi, dirinya selalu hati-hati saat menerima uang dari para pembeli. “Sejak kejadian itu, saya selalu periksa secara seksama atau pun menggunakan sinar laser supaya tidak kena tipu lagi”, ungkap Beny.

Terkait maraknya beredar uang palsu pecahan seratus ribu dikota itu, Ketua Fraksi Golkar, Pahala Sitorus mengimbau seluruh warga khususnya di Kota Tebingtinggi agar berhati-hati dan teliti secara benar setelah menerima uang pecahan seratus ribu rupiah. “Diharapkan pihak pemerintah mulai tingkat kelurahan dan petugas kepolisian untuk melakukan tindakan prepentif”, cetus Pahala Sitorus

About these ads

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Tulisan ini dipublikasikan di HUKUM/KRIMINAL. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s