Digelar, Rekonstruksi Tewasnya Bahiran Nainggolan

Salah satu adegan rekontruksi pembunahan gara-gara ‘Tarombo Marga’ di halaman Polresta Tebingtinggi, Rabu (16/3)

Tebingtinggi : Tewasnya korban Bahiran Nainggolan (55) warga Dusun I Martebing Desa Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai direkontruksikan di halaman Polres Tebingtinggi, Rabu (16/3), pagi.

Dalam rekontruksi itu yang dipimpin Iptu Topan HT dan disaksikan JPU Dedy Syahputra SH serta penasehat hukum tersangka Alfian HD Dalimunthe SH itu berlangsung dengan 15 Adegan. Dimana Korban diperagakan Bripka TM Sitorus sementera tersangka langsung diperankan tersangka sendiri RN (29) warga yang sama dengan korban.

Peristiwa itu itu sendiri terjadi, Senin 17 Januari 2011 sekira pukul 00.00 WIB di kedai tuak milik korban Bahiran Nainggolan di Dusun I Martebing Desa Paya Paya Bagas Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Sergai. Setelah habis minum tuak, tersangka bersama saksi Horas Sirait dan korban masih cerita tentang tarombo (silsilah) adat Batak.

Ternyata, pembahasan masalah tarombo tersebut membuat pertengkaran antara korban dan tersangka. Tersangka merasa emosi, karena korban mengatakan semua marga Nainggolan di kampung itu sama bodohnya. “Memang bodohlah kau, ngak tahu apa-apa, makan saja lumpur semua marga Nainggolan di kampung ini,” sebut korban dengan nada emosi.

Selanjutnya, korban masuk ke rumahnya dan kembali keluar dengan membawa sebilah pisau sehingga tersangka langsung lari. Saksi yang melihat kejadian itu, Horas Sirait langsung mendekati korban dan menutup pintu untuk melerai terjadinya pertengkaran.

Tersangka, kembali datang dengan membawa garpu (garuk). Namun, tiba-tiba kakak tersangka datang dan mengajaknya pulang. Saat pulang, tersangka tidak membawa garuk dan lupa meletakkannya di sebelah mana. Sehingga, setelah tiba di rumah ia diam-diam kembali mendatangi rumah korban untuk mengambil garuk tersebut.

Ketika tersangka berjalan di salah satu gang di kampung itu, tiba-tiba dari arah belakangnya datang korban dengan berlari sembari membawa sebilah pisau. Pergumulan keduanya tidak terelakkan, korban berusaha menusuk tersangka namun dapat ditangkis. Dalam pergumulan itu, lengan, dada, rusuk dan paha tersangka mengalami luka tusukan.

Walaupun diserang terus, tersangka berupaya menghindar dan merebut pisau korban. Saat bergumul di tanah, tersangka berhasil merebut pisau dari tangan korban dan setelah mereka kembali berdiri, tersangka menusuk bagian perut korban 3 kali hingga tewas di TKP. Tersangka yang juga mengalami luka parah, akhirnya dilarikan ke rumah sakit,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di HUKUM/KRIMINAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s