Pantau dan Waspadai Gerakan Jamaah Mencurigakan

Tebingtinggi : Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) bekerjasama dengan Kantor Kementrian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi melakukan Sosialisasi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Kompilasi Hukum Islam, kemarin di gedung Hj Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Tebingtinggi.

Kegiatan yang dibuka Pj Walikota Tebingtinggi diwakili Kaban Kesbang Linmas Zulkifli B Siregar itu dihadiri Ketua MUI Tebingtinggi H Ahmad Dalil Harahap, Pl Sekdako H Hadi Winarno, Kabag Humasy Ahdi Sucipto, Kakan Kemenag Kota Tebingtinggi, para tokoh agama serta masyarakat dengan menghadirkan narasumber Prof DR H Ramli Abdul Wahid MA, pakar aliran sesat dari MUI Sumut.

Pj Walikota Tebingtinggi melalui Kaban Kesbang Linmas Zulkifli B Siregar mengatakan, dalam memantau dan mewaspadai gerakan jamaah-jamaah mencurigakan atau yang sifatnya eksklusif dinegara ini, pemerintah telah mengeluarkan SKB 3 Menteri yakni Menteri Agama No.3 Tahun 2008, Jaksa Agung No.KEP-033/A/JA/6/2008 dan Menteri Dalam Negeri No.199 Tahun 2008 tentang peringatan dan perintah kepada penganut, anggota dan atau anggota pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan warga masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kita mengajak warga yang telah bergabung dengan gerakan JAI untuk kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya dan diharapkan kebersamaan masyarakat untuk terus memantau dan mewaspadai gerakan jamaah yang mencurigakan serta menjaga kondusifitas kota Tebingtinggi apalagi menjelang pemungutan suara ulang pilkada yang sebentar lagi dilaksanakan dikota ini” katan Zulkifli Siregar.

Prof DR H Ramli Abdul Wahid MA mengatakan, baik Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah telah sepakat bahwa Ahmadiyah adalah organisasi sesat dan menyesatkan. “Masyarakat harus mengetahui kesesatan Ahmadiyah dan doktrin-doktrin yang diajarkan mereka agar tidak tertipu oleh kebohongan jemaah Ahmadiyah”, katanya.

Disebutkan, beberapa ajaran Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan adalah, Ahmadiyah mengklaim Tadzkirah sebagai ‘wahyu muqaddash’ yakni kitab suci yang paling benar, Mirza Ghulam Ahmad mengaku sebagai Rasulullah dan semua manusia harus tunduk kepadanya. Ahmadiyah juga mengkafirkan umat Islam yang bukan non-Ahmadiyah dan melarang jemaah-nya salat dengan non-Ahmadiyah. Selain itu, Ahmadiyah juga mengklaim semua anggota jemaah Ahmadiyah akan masuk surga.

Meski pemerintah telah menetapkan bahwa Ahmadiyah adalah ajaran sesat dan telah menyimpang jauh dari ajaran Islam, namun Prof Ramli Abdul Wahid menghimbau warga untuk tidak melakukan tindakan-tindakan anarkis (kekerasan – red) sebab semua itu adalah kewenangan penegak hukum. “MUI hanya bisa menghimbau dan memberi peringatan serta pedoman melalui fatwa agar masyarakat tidak tersesat, sedang yang berwenang menindak ajaran sesat adalah pemerintah dan aparat penegak hokum seperti kepolisian dan kejaksaan”, jelasnya,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di RELIGIUS. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s