Warga Datangi DPRD T.Tinggi, Minta Rekomendasikan Ka.UPT Rusunawa Diganti

Tebingtinggi : Tingginya tarif listrik dikompleks rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jalan Syekh Beringin Sei Segiling Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi yang lebih tinggi dari tarif golongan umum membuat warga rusunawa mengadu ke pihak DPRD setempat.

Pengaduan warga itu ditindak lanjuti DPRD Kota Tebingtinggi dengan menggelar rapat dengar pendapat antara warga rusunawa dengan pihak Pengelola Rusunawa dan PT PLN Ranting Tebingtinggi, Senin (9/5) diruang sidang komisi DPRD Kota Tebingtinggi yang dihadiri sejumlah anggota Komisi III DPRD Tebingtinggi antara lain, Zulfikar, Agustami SH, Erwin Harahap SE, Edi Syahputra serta Manager PLN Ranting Kota Tebingtinggi Anggiat Purba.

Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin H.Amril Harahap tanpa dihadiri Kepala UPT Rusunawa Kota Tebingtinggi A Sinembela itu, warga mengadukan sikap pengelola rusunawa yang dinilai otoriter dan tidak ada musyawarah dengan warga. “Saya dulu beranggapan tinggal di rusunawa bisa lebih meringankan ekonomi keluarga, sebab biaya sewanya cukup murah yakni Rp 30.000/bulan tapi ternyata tarif listriknya sangat mencekik leher, kami memilih tinggal di rusunawa karena ekonomi kami susah janganlah samakan kami dengan orang-orang yang berduit” kata Lukman yang mengaku tinggal di Block B Lantai 05.

Sedang warga lainnya, Siti Maslah mengaku sikap dan sifat Ka UPT Rusunawa tidak mencerminkan sosok seorang pemimpin yang baik, sebab oknum tersebut sering terlihat menenggak minuman keras di areal kompleks rusunawa bahkan disaat mabuk suara nyanyiannya terdengar cukup keras sehingga mengganggu ketenangan warga. “Kami meminta agar kepala rusunawa diganti sebab selalu bertindak otoriter dan prilaku-nya pun sangat buruk, kalau sudah mabuk suaranya sangat mengganggu ketenangan warga” katanya.

Menanggapi tingginya tarif listrik dikompleks rusunawa, Manager PLN Ranting Kota Tebingtinggi Anggiat Purba mengaku penerapan tarif listrik di rusunawa terkait dengan system pengelolaan rumah susun. Diakui bahwa tarif listrik di rusunawa tidak sama dengan golongan umum, “Tariff listrik golongan masyarakat umum saat ini Rp 890/meter kwh sedangkan tarif listrik untuk rusunawa 1.380/meter kwh. Perbedaan itu terkait dengan system pengelolaannya” katanya.

Sementara pihak pengelola rusunawa, Dedek, mengaku dana subsidi dari Dinas Pekerjaan Umum untuk membantu meringankan beban tarif listrik warga rusunawa sebesar Rp 4 juta perbulan dibawah 30 meter kwh dikurangi 890 meter/kwh. Namun saat ditanya anggota dewan tentang kemana digunakan dana subsidi tarif listrik tersebut, Dedek mengaku tidak mengetahuinya sebab bukan kewenangan dia.

Sidang dengar pendapat yang tanpa dihadiri Kepala UPT Rusunawa A Sinambela itu tak urung membuat kalangan anggota dewan serta pimpinan sidang H Amril Harahap berang dan kecewa sebab tidak menemukan titik penyelesaian.Apalagi utusan pengelola rusunawa yang hadir saat itu tidak memahami tentang proses pengelolaan rumah susun serta tidak mampu menjawab sejumlah pertanyaan yang dilotarkan para anggota dewan.

Akhirnya pimpinan sidang, H Amril Harahap menegaskan akan menggelar siding lanjutan pekan depan dengan menghadirkan Kepala UPT Rusunawa dan Kadis Pekerjaan Umum selaku instansi pengelola rusunawa. “Kita akan mengadakan pertemuan kembali minggu depan dan akan memanggil kepala UPT Rusunawa Sinambela agar hadir, kalau yang bersangkutan tidak hadir juga, DPRD akan merekomendasikan ke walikota agar dia dicopot dari jabatannya” tegas Amril Harahap,- (tim)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di PELAYANAN/BIROKRASI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s