UMKM T.Tinggi Ikuti Pelatihan dan Sosialisasi HAKI

Tebingtinggi :  Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Tebingtinggi mengikuti Pelatihan dan Sosialisasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) digelar Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Tebingtinggi, Selasa (24/5) di RM Putra Ganda Jalan Gatot Subroto Kecamatan Padang Hulu Tebingtinggi.

Kegiatan yang diikuti 30 pelaku usaha home industri makanan ringan dikota itu dibuka Kadis Kouperindag Tebingtinggi, Jhon Edin Lumbangaol, didampingi Kabid Pengembangan UKM, Muhammad Yunus Matondang dan Kabid Perdagangan, Iboy Hutapea menghadirkan narasumber, Subendi SH dan Juraini Sulaiman SH dari Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Sumut.

Kadis Kouperindag Jhon Edin Lumbangaol saat membuka kegiatan itu berharap para peserta yang umumnya bergerak dibidang home industri makanan ringan dapat mengetahui pentingnya hak paten merk dari produk UMKM yang dihasilkan untuk melindungi hasil produksi serta bisa lebih meningkatkan peluang pasar lokal maupun regional.

Subendi SH yang juga Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkum HAM Propsu dalam makalah ‘Diseminasi hak atas kekayaan intelektual’ memaparkan, memang pendaftaran ciptaan tidak merupakan suatu kewajiban untuk mendapatkan hak cipta, namun demikian, pencipta mau pun pemegang hak cipta yang mendaftarkan ciptaannya akan mendapatkan surat pendaftaran ciptaan yang dapat dijadikan sebagai alat bukti awal di pengadilan apabila timbul sengketa di kemudian hari terhadap ciptaannya itu.

Disebutkan bahwa pemegang hak cipta dilindungi oleh undang-undang, “Menurut UU No.19 Tahun 2002, hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak atau memberi izin ciptaannya dengan tidak mengurangi pembatasan menurut peraturan dan prundangan yang berlaku. Perlindungan suatu ciptaan timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk yang nyata”, sebut Subendi.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Hukum dan HAM, Juraini Sulaiman SH yang memaparkan tentang ‘Paten dan Merek’ mengingatkan para pelaku usaha agar jangan mendaftarkan nama merk yang menyerupai merk-merk orang lain. Dia mencontohkan salah satu produk celana dalam wanita bermerk ‘aple’ yang sudah ngetrend di pasaran dan ada produsen lain yang memakai merk ‘dua aple’ sehingga mengaburkan kualitas produk bermerk dimata konsumen. “Yang penting adalah bagaimana kita mengutamakan mutu dan kualitas produk pasti disukai dan dicari konsumen, tidak perlu mencatut merk orang lain”, imbuhnya.

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di EKONOMI & BISNIS. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s