Sejumlah PNS Baru Pemko T.Tinggi “Hengkang” ke Luar Daerah

Tebingtinggi : Pemerintah Kota Tebingtinggi “kecolongan” karena sejumlah oknum PNS yang baru bertugas 1 tahun atau lebih dalam beberapa bulan terakhir ‘hengkang’ (pindah tugas – red) ke luar daerah dengan berbagai alasan.

Sebegai contoh di Dinas Kesehatan Tebingtingi, sejumlah oknum pegawai di dinas tersebut khususnya yang bertugas di Puskesmas dan sudah berstatus PNS (100 %) ramai-ramai mengusulkan pindah tugas ke daerah lain. Ironisnya, pengusulan pindah tugas ke daerah lain itu dikabulkan oleh pimpinan instransi terkait tanpa memperhatikan surat perjanjian/pernyataan kepada Pemko Tebingtinggi yang pernah dibuat saat melamar menjadi CPNSD dulu.

Sekedar diketahui, setiap Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) saat mengajukan lamarannya mengisi formulir ‘Pernyataan Mengabdi dan Tidak Pindah Dari Pemerintah Kota Tebingtinggi Selama Minimal 5 (lima) tahun’ dan ini menjadi salah satu item kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi setiap pelamar. Apabila dikemudian hari surat pernyataan itu dilanggar, maka yang membuat surat pernyataan tersebut siap menerima segala akibat yang ditimbulkannnya. Itulah sanksi dalam surat pernyataan yang dibuat oleh Pemko Tebingtinggi kepada pelamar CPNSD ketika itu.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Tebingtinggi, Ramses Siregar S.Pd M.Kes saat dihubungi wartawan membenarkan ada beberapa orang stafnya yang baru setahun diangkat menjadi PNS khususnya bertugas di Puskesmas mengajukan pengusulan pindah tugas ke daerah lain. “Ada 3 orang pegawai yang mengusulkan minta pindah tugas kedaerah lain dan berkasnya sudah saya proses dan sudah di kirimkan ke BKPP untuk proses selanjutnya”aku Ramses.

Menyinggung tentang surat pernyataan mengabdi dan tidak pindah dari Pemerintah Kota Tebintinggi selama minimal 5 (lima) tahun yang dibuat oleh PNS yang mengusulkan pindah itu, Ramses mengatakan, bahwa masalah surat pernyataan itu ada di BKPP dan bukan di dinas kesehatan. ”Surat pernyataan itu dibuat di BKPP, bukan pada kami (Dinkes) dan dipenuhinya atau tidak permintaan pindah tugas PNS itu nantinya bukan sama kami tapi adanya sama Pemerintah Kota Tebingtinggi khususnya melalui BKPP” terang Ramses Siregar.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tebingtinggi, Erwin Suheri Damanik saat dikonfirmasi wartawan semula menepis adanya perpindahan tersebut. Tapi setelah ditanyakan kepada stafnya, ternyata memang ada 3 orang PNS pada Dinas Kesehatan yang bertugas di Puskesmas minta pindah tugas ke Medan dengan alasan ikut suami.

Saat disinggung tentang surat pernyataan yang dibuat Pemerintah Kota Tebingtinggi dalam penerimaaan CPNSD itu, Erwin Suheri membenarkan surat pernyataan tersebut. ”Kita adalah abdi negara, jadi setiap PNS harus bersedia ditempatkan dimana saja di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, tegas Erwin kepada wartawan.

Pengajuan perpindahan yang berindikasi pelanggaran perjanjian kerja yang dilakukan sejumlah oknum PNS dengan cara mengabaikan pernyataan yang pernah di buat, menurut banyak kalangan tidak mungkin dilakukan oknum-oknum PNS bila tidak mendapat ‘restu’ dan dengan memberikan iming-iming kepada oknum-oknum tertentu. Sedangkan pihak BKPP Tebingtinggi membantah kalau proses pengurusan pemohonan pindah tugas oknum PNS ke daerah lain di kenakan biaya khusus,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di PERISTIWA & SEREMONI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s