Oknum Anggota LSM Diamankan Polres T.Tinggi

Tebingtinggi : Sorang pemuda mengaku anggota salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM ‘P’) dari Sergai ditahan petugas Polres Tebingtinggi terkait laporan dugaan pemerasan terhadap korbannya sejumlah pengusaha gudang racipan kayu (shawmil) di kawasan Jalan Setia Budi, Kelurahan Brohol Kota Tebingtinggi, Sabtu (28/5).

Keterangan diperoleh di Mapolres Tebingtinggi, Senin (30/5) menyebutkan, pemuda berinisial AR (29) warga Dusun I Desa Karang Tengah, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) itu dilaporkan ke Polres Tebingtinggi, Sabtu (28/5) karena telah melakukan dugaan pemerasan terhadap sejumlah pengusaha gudang racipan kayu tersebut sebesar Rp 2 juta.

Disebutkan bahwa korban pemilik gudang 688, Lim Wen Tek (30) warga Jalan Kutilang Kompleks Bajenis Indah Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis Tebingtinggi bersama temannya Ka Iyong, Bun Yau alias Sugianto dan Rahmat mengaku saat kejadian, Rabu (25/5) pekan lalu mereka sedang duduk di gudang 688 di Paya Kuruk Kelurahan Brohol Kecamatan Bajenis. Tiba-tiba, AR bersama temannya datang, lalu mengatakan gudang racipan kayu mereka bermasalah dengan hukum.

Karenanya AR mengancam akan membawa mereka ke Poldasu, dengan alasan kayu-kayu mereka olah hasil ilegal logging yang tidak memilki izin. Karena terus ditakut-takuti merekapun ciut, lalu meminta AR untuk tidak membuat masalah. Akan tetapi AR dan temannya meminta uang sebesar Rp 5 juta karena ia akan membagi dengan anggotanya yang lain.

Karena permintaan terlalu besar, korban keberatan dan hanya mampu memberikan uang Rp 2 juta, begitupun mereka mengumpul uang secara patungan, lalu uangpun diberikan. Padahal mereka mengatakan kayu yang mereka peroleh itu dibeli dari masyarakat kampung di daerah Negeri Dolok.

Namun dalam tempo sekitar satu minggu kemudian tepatnya, Sabtu (28/5) sekira pukul 14.00 Wib AR kembali lagi datang bersama temannya. Kedatangan yang kedua kalinya itu meminta uang bulanan kepada para korban minimal sebanyak Rp 2 juta/bulan. Mereka sempat menawar agar uang yang diberikan sebesar Rp 1 juta, akan tetapi AR kembali mengatakan uang Rp 1 juta tidak cukup untuk dibagi kepada Ketua LSM dan anggota lainnya.

Selanjutnya 6 orang pengusaha kayu itu kembali patungan mengumpulkan uang, diantaranya Ibrahim, Bun Yaw, Rahmad, Reza, Abeng, Atek, dan Edi seluruhnya terkumpul Rp 2 juta. Setelah uang tersebut diterima AR, salah seorang petugas polisi yang menyamar merekam perbuatannya dengan hp.

Tak berapa lama datang petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPKT) Polres Tebingtinggi langsung mengamankannya ke Mapolres. Sementara seorang temannya sudah tidak berada di lokasi. AR yang ditanya petugas tidak mengakui perbuatannya memeras korban, walau ditemukan barang bukti uang sebesar Rp 2 juta dari dalam sakunya dia tetap mengatakan itu uang miliknya.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Robert Haryanto Watratan yang menerima laporan tersebut langsung menemui AR dan menginterogasinya. Pelaku dalam kasus dugaan pemerasan terancam hukuman 5 tahun karena melanggar pasal 368 KUHPidana. “Kasusnya akan diproses hingga tuntas dan pelaku tetap ditahan”, tegas Kapolres,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di HUKUM/KRIMINAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s