Anak Penderita Gagal Syaraf Otot Mohon Bantuan

Tebingtinggi : Sungguh malang nasib Krisna Mukti (6), akibat perceraian kedua orang tuanya, Boiman dan Rukiah, ia bersama saudara-saudaranya hidup terlunta-lunta, bahkan ironisnya, anak ke empat ini menderita gagal saraf otot bagian sebelah kiri yang menyebabkan menderita lumpuh layu sejak berusai lima bulan.

Krisna Mukti yang terlahir kembar bersama Bima Hasim (6) ini mengalami cacat tubuh dengan kaki mengecil serta timbul bercak-bercak hitam dikakinya yang bersisik. Saat ini Krisna Hasan tinggal bersama uwaknya, pasangan suami istri Rubini dan Jatiarham Saragih di Jalan Gunung Sorek Merapi Lingkungan III Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

Saat ditemui wartawan dirumahnya, Selasa (31/5) Rubini mengungkapkan, sejak kedua orang tuanya bercerai, Krisna dirawat oleh mereka sepenuhnya, sementara ibu kandungnya (Rukiah) saat ini sedang merantau berjualan keluar daerah dan jarang sekali pulang. “Terkadang ibunya melihat anaknya, itupun dua bulan sekali belum tentu, sedangkan bapaknya Krisna sampai sekarang tidak pernah melihat keadaan anaknya, katanya sih tinggal di Jambi”, ungkap Rubini.

Menurut dia, pengobatan yang dilakukan pun sudah kemana-mana baik melalui dokter ataupun orang pandai (tabib), namun sampai sekarang penyakit Krisna tidak kunjung membaik, berat badannya pun tidak seperti anak-anak normal pada umumnya. “Sudah capek kami mengobatinya, tapi kami pihak keluarga hanya memohon kepada Pemerintah Kota Tebingtinggi atapun donatur untuk bisa menyumbangkan kursi roda untuk krisna agar bisa duduk”, harap Rubini.

Masih kata Rubini, dulunya saat Krisna terlahir kembar dia hidup normal, namun semenjak umur lima bulan, dirinya mengalami panas tinggi yang menyebabkan dirinya step dan sejak itulah kedua kakinya mengalami kelumpuhan sampai sekarang tidak bisa berjalan, “Untuk berbicarapun mengalami kesulitan serta juga kedua kakinya bersisik warna hitam yang sering berganti kulit”, katanya.

Menurut keterangan dr Polin dari RSU Kumpulan Pane Tebingtinggi, saat Rubini memeriksakan Krisna, ia mengalami kegagalan syaraf otot sebelah kiri mulai dari kaki sampai ke bagian kepala, sehingga tidak bisa berjalan, berbicara dengan normal. “Untuk makannya biasa saja, susunya terkadang pihak keluarga sering membantu. Kami berharap semoga ada dermawan yang mau membantu Krisna, kasian dia terus menderita seperti itu”, harapnya,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di KESEHATAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s