Beli Cincin Emas Ditukar dengan Emas Palsu

Tebingtinggi : Berpura-pura membeli cincin emas, seorang pemuda menukar emas yang hendak dibelinya dengan tembaga kuning yang mirip dengan cincin emas. Namun aksinya cepat ketahuan oleh pemilik toko karena kadar dan berat cincin yang ditukarnya berbeda dengan cincin emas yang dari toko.

Pemilik toko emas Sinar Bulan di Jalan MT Haryono, Kelurahan Pasar Gambir Kota Tebingtinggi, David Chandra (21) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, Senin (30/5). Selanjutnya pelaku Sup (20) warga Jalan KL Yossudraso Kampung Lalang, Tebingtinggi diamankan di Mapolres Tebingtinggi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya bersama pacarnya Sr (28).

Keterangan diperoleh, Senin sore (30/5) menyebutkan, kejadian berawal ketika pelaku datang ke toko emas Sinar Bulan Pasar Bunga, Senin sekira pukul 13.00 siang dan berpura-pura membeli cincin emas untuk anaknya. Pemilik toko David Chandra menyarankan agar dia membawa anaknya agar cincin emas yang hendak dibeli bisa cocok dengan jari tangannya.

Akan tetapi anaknya yang berusia 10 tahun tidak mau turun dari kenderaan yang digunakan pelaku. Saat itu pelaku meminta pemilik toko melihatkan cincin emas seberat 5 gram, lalu pelaku memakaikan cincin tersebut kepada seorang wanita yang diakuinya istrinya.

Melihat hal itu pemilik toko curiga dan mengambil cincin tersebut, akan tetapi ketika dilihat cincinnya sudah ditukar. “Dari beratnya saja sudah berbeda, yang saya kasi lihat cincin emas 5 gram yang dikembalikannya cincin 2 gram. Setelah kita uji ternyata yang dikembalikannya itu emas palsu berupa tembaga kuning”, ucap David. Saat itu pelaku sempat berkeras bahwa cincin itulah yang diberikan kepadanya.

Lalu pemilik toko menyuruhnya masuk ke dalam ruangan toko, namun tiba-tiba pelaku melarikan diri, lalu dikejar pemilik toko hingga tertangkap, selanjutnya diserahkan ke Polres Tebingtinggi.

Sementara itu, pelaku Sup saat ditanya wartawan kemana cincin emas yang telah ditukarnya itu, mengaku telah dimasukkan kedalam mulut dan ditelannya karena takut ketahuan dan dihajar massa. Sedangkan cincing emas palsu dari tembaga kuning diakuinya didapat dari jalan. Perbuatan tersebut diakuinya tidak direncanakan melainkan hanya spontan bersama pacarnya Sr.

Sementara Sr, pacar pelaku membantah terlihat dalam kasus penipuan dan penggelapan tersebut. Dia berkeras hanya ketemu pacarnya tidak sengaja di toko emas. Dia beralasan tujuannya ke toko emas tersebut hanya untuk menanyakan kepada pemilik toko, apakah cincin emas yang sudah dibeli di tempat lain bisa ditukarkan ditoko emas Sinar Bulan,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di HUKUM/KRIMINAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s