Dipicu Persoalan Ekonomi Keluarga, IRT Tewas Gantung Diri

Tebingtinggi : Diduga tak sanggup menahan beban hidup karena himpitan ekonomi keluarga, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya di Jalan Prof Dr Hamka, Lingkungan II Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi, Rabu (22/6) siang sekira pukul 13.00 Wib.

Korban Lima Hairani (32) ibu tiga anak ini pertama kali ditemukan Yuda (13) anaknya bersama seorang tetangganya yang melihat korban tergantung dengan tali bekas ayunan yang tersambung di tiang atap rumahnya. Seorang petugas dari Satuan Resmob Tebingtinggi, Arman, yang kebetulan melintas di depan rumah korban melihat kejadian itu langsung melaporkannya ke Polres Tebingtinggi.

“Sewaktu ditemukan badannya masih panas, untuk memastikan keadaan korban masih hidup atau tidak, keluarga dan tetangganya membawa korban ke RSU Kumpulan Pane Tebingtinggi”, ucap Arman saat ditemui wartawan di RSU. Akan tetapi sampai di RSU nyawa korban sudah tak dapat diselamatkan. Deraian air mata dan tangis keluarga korban langsung memenuhi ruangan IGD RS milik pemerintah tersebut.

Kamaluddin (34) suami korban mengatakan, saat kejadian ia sedang berada di luar rumah. Diakuinya beberapa hari ini hubungan rumah tangganya kurang harmonis terlebih setelah bertengkar tiga hari yang lalu. Setelah terjadi pertengkaran itu, antara mereka jarang berbicara dan lebih banyak diam.

Pertengkaran tersebut diakuinya, dipicu oleh masalah ekonomi dalam rumah tangga. Dia yang dahulu berjualan keliling membawa alat-alat memasak, sudah hampir enam bulan ini tidak berjualan lagi karena kesulitan modal dan ekonomi dalam rumah tangganya. “Anak saya yang paling besar sudah kelas VI SD dan sebentar lagi akan masuk SMP”, ucap ayah tiga anak ini yang terlihat shock dan terus menangis di samping jenazah istrinya yang telah terbujur kaku. Setelah mendapat visum, atas permintaan keluarga korban, jenajah korban dibawa pulang untuk disemayamkan di rumah duka.

Kapolsek Rambutan AKP M Simarmata membenarkan adanya laporan korban tewas gantung diri. Selanjutnya memerintahkan anggotanya untuk melakukan penyelidikan ke TKP. Di rumah korban petugas menemukan tali bekas ayunan dan satu kursi yang digunakann korban untuk melakukan aksi nekat tersebut,- (TIM

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di PERISTIWA & SEREMONI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s