HET Elpiji Tidak Jelas, Pemko dan DPRD T.Tinggi ‘Tutup Mata’

Tebingtinggi : Dampak dari tidak tegasnya pihak Pemko Tebingtinggi dan Pertamina Unit Region I Sumbagut dalam penetapan keagenan, pangkalan distribusi dan HET (Harga Eceran Tertinggi) Elpiji, menuai tanda tanya warga, mereka menuding Pemko Tebingtinggi dan Pertamina terkesan ‘tutup mata’ (tidak peduli – red) dengan status resmi keagenan dan pemilik pangkalan. Akibatnya elpiji dari luar daerah pun ikut dipasok ke kota itu.

Salah seorang penjual gas elpiji di Tebingtinggi mengaku bernama Iwi (38) saat ditemui wartawan, Senin (18/7) mengaku pihaknya belum menerima surat panggilan resmi seputar pertemuan dengan pihak Pertamina yang difasilitasi pihak Pemko. Dirinya juga berharap, instansi lainnya seperti Kepolisian, LSM dan masyarakat juga insan pers dapat membantu menjadi kontrol sosial dalam penggunaan Elpiji di Tebingtinggi. ”Saya dulu agen resmi Minyak Tanah, sekarang belum ada surat penetapan yang ditujukan kepada saya sebagai agen Elpiji di Tebingtinggi”, terangnya.

Hal senada diungkapkan warga masyarakat, Warno (42) yang mengatakan, sudah saatnya pemerintah kota memfasilitasi pertemuan pengusaha elpiji dengan Pertamina. Menurutnya, penetapan agen dan pangkalan resmi Elpiji kiranya menjadi agenda penting pihak Pemko dan Pertamina agar segera tetapkan sesuai prosedur. ”Kenapa sampai hari gini semua seakan tak jelas, segera tetapkan siapa Agen dan pangkalan resmi elpiji Tebingtinggi, jangan duduk-duduk saja”, tegasnya.

Menyikapi hal itu, ketua APETT (Asosiasi Pengusaha Elpiji Tebing Tinggi) Kota Tebingtinggi, Bernard B Pasaribu mengatakan, pihaknya menilai pihak pemerintah dan Pertamina tak mau perduli dan terkesan tidak berpihak kepada pengusaha elpiji. Menurut Bernard, sebaiknya Pemko sebagai fasilitator antara pengusaha dan Pertamina menjadi agenda utama, sebab beberapa daerah telah mulai membahas pertemuan dengan pihak Pertamina. “Dikhawatirkan tanpa pengawasan yang serius, elpiji bersudsidi ini dapat senasib seperti Minyak Tanah. Praktek pengoplosan Elpiji kemungkinan dapat saja terjadi sewaktu-waktu, yang pasti saya tidak mau ini terjadi”, tandasnya.

Akibat belum adanya penetapan keagenan dan pangkalan secara resmi oleh Pemerintah Kota dan Pertamina. pihaknya siap bersinergi dengan pihak terkait sebagai bentuk pelayanan APETT kepada masyarakat. Bahkan ada beberapa agen elpiji dari luar daerah yang memasok elpiji ke Tebingtinggi.

Minimnya keseriusan pihak Pemko Tebingtinggi untuk menyurati Unit Region I Pertamina Sumbagut dalam agenda pertemuan antara keagenan dan pangkalan untuk membicarakan penetapan HET (Harga Eceran Tertinggi) Elpiji itu membuat Komisi II DPRD merasa heran. Situasi ini membuat elit wakil rakyat tersebut berencana akan menggelar rapat komisi seputar hal itu.

Seperti diungkap P Rajagukguk SE, Ketua Komisi II DPRD Kota Tebingtinggi kepada wartawan di ruang Fraksinya yang mengatakan, DPRD sebagai lembaga rakyat siap memfasilitasi dan mempersiapkan data terkait tentang elpiji dan mempelajari dasar hukum yang dipakai seputar konversi untuk menetapkan HET Elpiji terhadap pendistribusian bahan bakar gas itu. “Bila perlu Assosiasi seperti APPET juga dapat menjadi mitra dalam membantu mengkontrol pendistribusian Elpiji”, jelas politisi PDI-Perjuangan ini.

Sedangkan Pemerintah Kota melalui Kabag Ekbang, Ahmad Kaloko SE mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan segera menyurati Pertamina Region I Sumbagut untuk membahas tata niaga elpiji sekaligus membahas masalah penetapan keagenan dan pemilik pangkalan elpiji dan HET resmi di Tebingtinggi, “Dalam waktu dekat kita akan bahas masalah itu”, ujarnya,- (TIM

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di EKONOMI & BISNIS. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s