Polres T.Tinggi Tahan 9 Tersangka Kasus Kredit Fiktif di Bank Sumut

Tebingtinggi : Kasus Penggunaan data Fiktif dalam pengajuan Kredit di Bank Sumut yang sempat mencuat ke permukaan beberapa waktu lalu, terus didalami Pihak Polres Tebingtinggi, dan hingga kini, Selasa (2/8), sudah sebanyak 9 tersangka Pelaku yang terlibat di tahan di sel Polres Tebingtinggi.

Kapolres Tebingtinggi yang dikonfirmasi melalui Kasar Reskrim AKP Lilik Astono membenarkan penahanan tersebut, disebutkan, tersangka yang telah ditahan merupakan Warga Dusun II Desa Ujung Rembung Kecamatan Pantai cermin Kabupaten Serdang Bedagai, mereka adalah Paino, Tini alias Titin, Misno alias Neneng, Tukinah alias Wak Oleh, Fitriani alias Fitri, Watni, M.Amin, Suraini dan seorang lagi Marheni Singa,Spdi pengawas sekolah di Dinas Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai.

Dijelaskan, Pihak Polres masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku utama penggunaan data fiktif dalam kasus pengajuan dana kredit di Bank Sumut Cab. Tebingtinggi dalam penggunaan data/dokumen fiktik permohonan kredit bank terhadap 18 orang guru PNS di Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai seluruhnya senilai Rp 2,3 milyar.

“Tersangka pelaku utama belum tertangkap, kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah, termasuk Bendaha Kacabdis Dinas Kecamatan Bandar Khalipah yang tidak lagi berada di tempat dan saat ini sedang dalam pencarian petugas” jelasnya.

Ke 8 warga yang terlibat tersebut mengaku mendapat bagian/upah sebesar Rp 1 juta/orang, sedangkan Marheni pengawas sekolah itu mendapat bagian Rp 20 juta. Para tersangka diamankan sejak Kamis hingga Jumat (29/7). Sedangkan Marheni diserahkan pengacaranya, Senin (1/8) kemarin tanpa upaya penangkapan.

Dalam kasus tersebut Tersangka dijerat pasal 263 ayat 1, 2 sub. Pasal 264 ayat 1 2 c. Sub pasal 266 ayat KUHP pasal 22 ayat 1 diduga turut serta melakukan pemalsuan surat dan data fiktif.

Sementara itu Pimpinan Bank Sumut Cabang Tebingtinggi, Khairil Anwar ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Tebingtinggi, kita tunggu hasil penyelidikan polisi. Menurutnya, pengajuan kredit sudah sesuai standar baku SOP (Standar Operasional Proses). “Sepengetahuan kita data/ dokumen yang diajukan semuanya asli, karena menggunakan data seperti KTP dan KK semuanya baru,” katanya kepada Wartawan.

Untuk sekedar diketahui, bahwa terungkapnya kasus tersebut berawal ketika seopasdang suami istri warga Bandar Khalifah yang berstatus hendak memproses Pinjaman di Bank Sumut Cabang Tebingtinggi, namun saat dip roses, mereka diketahui sudah memiliki Pinjaman.

Merasa belum pernah meminjam, pasangan ini kemudian protes dan setelah dilakukan penelitian ada sebanyak 18 guru PNS di Bandar Khalifah yang melakukan Pinjaman tanpa izin guru tersebut, hingga kemudian dibuat laporan ke Polres Tebingtinggi,- (TIM)

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di HUKUM/KRIMINAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s