Walikota T.Tinggi Sidak Pasar dan Fasilitas Umum

Tebingtinggi : Guna memastikan kebutuhan pokok dan memantau perkembangan harga serta kesiapan fasilitas umum selama bulan suci Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri di Kota Tebingtinggi, Walikota Tebingtinggi, Ir H Umar Zunaidi Hasibuan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional dan pusat perbelanjaan yang ada dikota itu, Rabu (10/8). Pada sidak tersebut diketahui harga kebutuhan pokok relatip stabil namun animo pembeli berkurang.

Sejumlah pasar dan fasilitas umum yang mendapat peninjauan langsung Walikota Tebingtinggi yang baru tiga hari ‘masuk kantor’ itu antara lain Pasar Gambir di Jalan Iskandar Muda, Pasar Sakti di Jalan KF Tandean, pusat perbelanjaan Ramayanan, Irian Supermarket dan Great Market, Kantor PLN Ranting Tebingtinggi di Jalan Sudirman, Kilang Padi Kamal di Jalan Yos Sudarso, sejumlah SPBU serta Terminal Datuk Bandar Kajum di Jalan Yos Sudarso Tebingtinggi.

Selain memantau harga kebutuhan pokok, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Wakil Walikota H Irham Taufik SH, Kapolres AKBP Robert Harianto Watratan, Wakil Ketua DPRD H Chairil Mukmin Tambunan dan para pimpinan SKPD Pemko Tebingtinggi juga memantau kesiapan sejumlah fasilitas umum seperti PLN, SPBU dan Terminal bus angkutan antar kota.

Menurut Walikota, menurunnya animo masyarakat untuk berbelanja disebabkan jumlah konsumsi makanan pokok berkurang karena bulan puasa, ”Kalau yang biasanya makan sehari 3 kali kini menjadi 2 kali, jadi otomatis 30 persen kebutuhan makanan pasti menurun”, katanya.

Disebutkan juga bahwa trend masyarakat selama bulan Ramadhan, konsumsi daging menurun sedangkan konsumsi ikan meningkat. ”Kita tahu bahwa protein hewani dari ikan sangat baik buat konsumsi masyarakat, namun konsumsi pasar yang tinggi menyebabkan harga bisa menjadi naik” jelasnya

Yang perlu kita jaga saat ini adalah stabilitas bahan pokok agar tidak terlalu melonjak drastis, yang kedua adalah kita melihat stock (ketersediaan – red) barang cukup dan tidak terjadi spekulasi harga serta antisipasi mooving (bergerak) barang ke daerah lain, ”Hingga saat ini kondisi seperti itulah yang sedang kita (Pemko Tebingtinggi – red) cermati agar kebutuhan dan kenyamanan masyarakat selama Bulan Ramadhan tetap terjaga” imbuh Umar Hasibuan.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga menyempatkan diri berdialog dan berdiskusi dengan para pedagang dan masyarakat pengunjung pasar. Hal-hal yang dibicarakan mengenai penataan kembali pasar tradisional yang selama ini menjadi tempat tujuan belanja masyarakat dan tempat para pedagang mencari nafkah keluarganya.

Di dua lokasi pasar tradisional Pasar Gambir dan Pasar Sakti, para pedagang umumnya mengaku lebih nyaman berjualan diluar kios dari pada didalam gedung yang telah disediakan pemerintah, mereka beralasan berjualan diluar lebih laris daripada berjualan didalam gedung/kios. Menanggapi hal itu, walikota berjanji akan melakukan penataan kembali terhadap keberadaan pasar-pasar tradisional dikota itu.

Disinggung tentang keberadaan pedagang penjual makanan yang menjual dagangannya secara terbuka di bulan Ramadhan tersebut, Walikota menghimbau para pedagang makanan supaya menghormati orang yang sedang berpuasa, “Pedagang makanan harus menghormati orang yang berpuasa, sebaiknya dibuat tirai/pembatas dan jangan terlalu vulgar, ke depan mungkin perlu dibuat semacam Perwa (peraturan walikota) untuk menertibkannya” ungkapnya

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di PERISTIWA & SEREMONI. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s