Polresta T.Tinggi Gerah, Berkas Kasus Pakaian Bekas Dikembalikan Jaksa

Tebingtinggi : Pihak Polresta Tebingtinggi terlihat gerah dengan ulah Kejaksaan Negeri Tebingtinggi, Pasalnya, berkas kasus penangkapan 51 bal pakaian bekas (monza – red) yang bernilai ratusan juta rupiah pada tanggal 17 Agustus 2011 lalu dikembalikan pihak kejaksaan dengan alasan berkas tidak lengkap.

“Pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengembalikan berkas kepihak penyidik tanggal 22 Septembar 2011 dengan alasan berkas tidak lengkap (P19). Dalam berkas itu pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi menyatakan bahwa Polisi tidak ada wewenang dan salah menerapkan pasal yang disangkakan terhadap tersangka, karena yang berhak menyidik perkara ini adalah pihak Yuridiksi tindak pidana ke pabeanan sesuai pasal yang dipersangkakan terhadap tersangka, dan pihak Polisi harus mengembalikan 51 bal monza berikut satu buah truk BK 8832 YH kepada pemiliknya” terang Kapolres Tebingtinggi AKBP Robert Haryanto Watratan Ssos melalui Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP Ngemat Surbakti, kepada Wartawan Selasa (4/10).

Menurutnya, ini adalah preseden buruk bagi aparat penegak hukum untuk kasus-kasus penyelundupan dari Tanjung Balai, artinya, pihak Polres Tebingtinggi kedepan tidak ada hak untuk melakukan penangkapan sesuai antensi Kapoldasu, karena yang berhak melakukan penangkapan adalah kepabeanan.

“Kepabeanan berhak menangkap di wilayah sekitar dermaga, sementara kasus ini sudah berada di luar kepabeanan tepatnya di Kota Tebingtinggi, masa JPU mengatakan berkas tidak lengkap dan tidak bisa di P21-kan ke pengadilan dengan alasan berkas akan dikembalikan kembali ke pihak penyidik kepolisian” sebut Ngemat Surbakti.

Selain mem-P19-kan berkas, pihak JPU juga mengatakan agar pihak kepolisian mengembalikan pakaian bekas sebanyak 51 bal tersebut kepada pemiliknya sebab berkas perkaranya tidak lengkap. “Kami pihak kepolisian tidak mengetahui siapa pemilik pakain bekas ini, sementara sopir Riduan Ritonga dan keneknya Posman warga Kota Tanjung Balai juga tidak mengetahui siapa pemiliknya, mereka hanya mengaku sebagai juru angkut saja. Pemilik pakaian bekas harus datang ke Polres Tebingtinggi untuk mengambil pakian bekas ini” kata Ngemat Surbakti lagi.

Dijelaskan kembali oleh Humas Polres Tebingtinggi bahwa sesuai surat dari pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi, dengan pengembalian berkas perkara atas nama Riduan Ritongan dan kawan-kawan disangka melanggar pasal 102 huruf g,h dan pasal 104 huruf a UU No: 17 tahun 2006 tentang perubahan UU No: 10 tahun 1995 tentang kepabeanan untuk dilengkapi.

Sehubungan dengan surat dari Kejaksaan Negeri tertanggal 22 September 2011 sesuai dengan pasal 110 ayat 2 dan 3 dan Pasal 138 ayat 2 KUHAP dengan ini berkas perkara kami kembalikan yang diterima tanggal 14 Sepetember 2011 untuk melengkapinya selama empat belas hari. “Dipersangkakan terhadap tersangka pada saat dilakukan penangkapan adalah kawasan bebas dan bukan kawasan kepabeanan yang dimana tindakan penangkapan penyidik kepolisian tidak ada kewenangan untuk itu. Jadi untuk barang bukti yang dilakukan penyitaan oleh penyidik agar seluruhnya dikembalikan kepada pihak pemilik, ungkap Surbakti.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Zulfan Tanjung SH mengatakan, karena tidak ada wewenang penyidik kepolisian melakukan penyitaan barang bukti agar mengembalikan kepada pihak pemiliknya. “Seharusnya penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian diberikan kembali kepada pihak berhak, karena diluar kepabeanan, pasal yang diterapkan penyidik adalah di wilayah kepabeanan seharusnya diserahkan kepihak TNI Angakatan Laut, Polairut mau pun Bea dan Cukai, itu baru memenuhi syarat untuk dilakukan penahanan kembali” terang Zulfan Tanjung,-

Dari Catatan Mimbar, bahwa ini bukan yang pertama kalinya Pihak Kejaksaan Negeri Tebingtinggi mengembalikan berkas Perkara yang dilimpahkan Pihak Polres Tebingtinggi

Karena Pada kasus dugaan pembobolan Rp 2,3 miliar di Bank Sumut Cabang Kota Tebingtinggi, yang sebelumnaya Kepolisian telah menahan sebanyak 11 Tersangka yang diduga terlibat juga terpaksa dibebaskan karena status masa penahanannya habis di Polres Tebingtinggi.

Hal ini juga akibat Berkas P19 yang dikirim Polres Tebingtinggi ke Kejaksaan Negeri tebingtinggi dikembalikan Pihak kejari untuk yang kedua kalinya kepada Polres dan terakhir berkas tersebut dikembalikan pada tanggal 23 september 2001, karena JPU menilai Berkas tersebut belum lengkap.

”JPU menilai berkas tersebut belum lengkap sehingga mengembalikannya ke Polres Tebingtinggi, pada 23 September 2011 sementara masa penahanan 6 dari 11 tersangka habis pada 25 September 2011, Penyidik saya tidak mungkin melengkapi berkas dalam tempo 2 hari yang nota benenya hari libur kantor. Jika jauh hari berkas tersebut masih tetap dinyatakan P19 sebaiknya segera dikembalikan agar dapat dilengkapi” kata Kapolres AKBP Robert Haryanto Watratan saat itu seerta terlihat kesal karena merasa dipermainkan,-

Tentang pwitebingtinggi

Persatuan Wartawan Indonesia
Pos ini dipublikasikan di HUKUM/KRIMINAL. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s